Sabtu, 03 Maret 2012

pengadilan moral

menjadi merdeka menyatu rasa adalah harga mati dalam jeruji
saling menggenggam memutilasi memisahkan tangan dan kaki
apakah cemas mengharap, menggarap tempat untuk merapat dan mengumpat
perdilan adalah ketika emas menjadi lemas
berkarat seperti karat tajam yang mampu merajam


kakau 3 terambil dalam ladang
menjadi sidang keadilan tanpa moral mengusung sesal
dalam berangkas tuas menghilang tanpa jejak
terkoyak menjadi saham tanpa paham
menyatakan kesatuan yang dalam ketidakpastian


mereka yang berkuasa merasa uang adalah raja
menyembah dan mempertuhankan dengan cara nista
mereka yang tersiksa menganggap uang adalah berhala
tak bertumpu dan kaku






# saya masih selalu optimis bahwa suatu saat nanti keadilan akan di tegakan dengan baik dan benar
 mungkin kita juga miris melihat seorang nene nene yang mencuri buah kakao di adili dengan 5 tahun penjara
lalu apa koruptor yang mengambil uang ber TRILUUNAN , MILIYAR , hanya di hukum 6 tahun.

uang itu tidak mampu membeli kebahagiaan , tapi memang uang bisa menyewa kemewahan.


wima angkasa agung putra
maret 03 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar